Daily News 06/06
June 06, 2011 No. 25
BBTN ? Rencana emisi obligasi
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana menerbitkan obligasi senilai maksimal Rp 2 Trilliun dengan jangka waktu 10 tahun. BBTN diperkirakan mendapat pernyataan efektif obligasi pada 20 Juni 2011. PT Bahana Securities, PT CIMB Securities Indonesia, dan PT Danareksa Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi obligasi. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit. Pefindo memberikan peringkat idAA dengan stable outlook terhadap rencana emisi obligasi BBTN.
CTRP ? Kerjasama dengan Lotte
PT Ciputra Property (CTRP) bekerjasama dengan Lotte Shooping untuk menyewakan semua ruang mal Ciputra World dengan total luas 77,000 m². Lotte akan membawa Lotte Department Store dan peritel lainnya untuk masuk dalam mal tersebut. Kontrak tersebut berlaku selama 20 tahun dan ditandatangani mulai 31 Maret 2011. CTRP akan mencari hutang senilai Rp 1.5 Triliun untuk menyelesaikan pembangunan Ciputra World.
INCO ? Pergantian nama
PT Intenational Nickel Indonesia (INCO) akan mengganti nama menjadi PT Vale Indonesia. INCO dimiliki oleh Vale Canada Limited dengan porsi kepemilikan 58.73% saham. INCO saat ini sedang mengembangkan infrastruktur untuk mengeksploitasi bijih nickel di blok Bahodopi di Marowali. INCO memproyeksikan penurunan produksi hingga 13.4% karena akan membangun kembali tempat pembakaran (furnace rebuild) selama 21 minggu sehingga selama itu INCO tidak berproduksi.
SULI ? Rencana penjualan saham anak perusahaan
PT Sumalindo Lestari Jaya (SULI) berencana menjual hingga 70% saham anak perusahaan, PT Kalimantan Powerindo (KP), kepada investor strategis. Rencana divestasi dilakukan untuk pengembangan bisnis pembangkit listrik anak perusahaan tersebut sejak 2007 lalu. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB. Saat ini SULI memiliki 99.99% saham KP.
YPAS ? Capex 2011
PT Yanaprima Hastapersada (YPAS) mengalokasikan belanja modal senilai Rp 10 Miliar tahun ini yang akan dialokasikan untuk peremajaan mesin. Kebutuhan dana belanja modal akan berasal dari kasi internal. Manajemen menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 15% dari kapasitas saat ini sebesar 19,000 ton per tahun dari rencana peremajaan mesin tersebut. YPAS menargetkan kenaikan penjualan sebesar 8.9% tahun ini menjadi Rp 379 Miliar dengan kenaikan penjualan sebesar 9.5% menjadi 23 Miliar. Asumsi tersebut berdasarkan asumsi harga minyak US$90 hingga US$ 110 per barrel dengan kisaran harga bahan baku polipropilena sekitar US$ 1,500 hingga US$ 1,900 per ton tahun ini.