Daily News 07/06
June 07, 2011 No. 26
BBNI - Dapatkan pinjaman US$ 50 Juta PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mendapat fasilitas pinjaman senilai US$ 50 Juta dari Wells Fargo Bank N.A. dengan jangka waktu 2 tahun yang akan dialokasikan untuk mendukung likuiditas valuta asing serta memperbaiki komposisi pendanaan untuk mendukung trade financing. BFIN - Cari pinjaman PT BFI Finance Indonesia (BFIN) tengah mencari pinjaman sindikasi senilai US$ 50 Juta hingga US$ 60 Juta yang akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit. BFIN membukukan penyaluran kredit baru mencapai Rp 1.3 Triliun pada 1Q 2011 Vs Rp 866 Miliar pada 1Q 2010 lalu. Manajemen menargetkan perolehan kredit baru senilai Rp 5 Triliun tahun ini Vs Rp 4.1 Triliun tahun lalu. Beberapa waktu lalu BFIN telah mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp 100 Miliar dari PT Bank DKI dan US$ 25 Juta dari PT Bank Internasional Indonesia (BNII). Pasca masuknya konsorsium Trinugraha Capital & Co SCA (TC&Co), BFIN berencana meningkatkan kerja sama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Pemegang saham mayoritas BTPN, Texas Pacific Group Capital (TPG Capital), merupakan salah satu anggota konsorsium TC&Co dalam proses pembelian saham BFIN. BWPT - Kinerja produksi PT BW Plantation (BWPT) mencatat kenaikan produksi CPO tertinggi secara bulanan pada Mei 2011 menjadi 12,161 ton. Produksi CPO selama Januari-Mei 2011 naik 56% Yoy menjadi 48,425 ton. Total produksi FFB untuk Januari-Mei 2011 naik 53% menjadi 49,567 ton. KRAS - Pembangunan Blast Furnace PT Krakatau Steel (KRAS) menjajaki pinjaman senilai Rp 4.18 Triliun yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik besi dengan tanur tinggi (blast furnace). Kebutuhan biaya untuk blast furnace senilai Rp 5.9 Triliun dengan perincian Rp 4.6 Triliun untuk EPC, Rp 420.4 Miliar untuk tanah, dan sisanya untuk biaya pra-operasi, modal kerja, biaya bank, serta bunga pinjaman. Sumber pinjaman akan diperoleh dari ECA (Export Credit Agency). Tahun ini KRAS mengalokasikan capex senilai Rp 3.3 Triliun dan total capex selama 2009-2013 dialokasikan mencapai Rp 11 Triliun. Sementara itu RUPS KRAS menyetujui pembagian dividen senilai Rp 6 per lembar saham.