Daily News 13/06
June 13, 2011 No. 30
IPO - PT Visi Media Asia
PT Visi Media Asia (VMA) berencana menjual 2.28 miliar lembar saham baru (14.21% saham) dalam proses IPO. Masa penawaran awal (book building) dimulai hari ini hingga 21 Juni 2011 dengan PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur sebagai penjamin emisi. VMA merupakan perusahaan penyedia konten informasi dalam berbagai platform (ANTV, tvOne, VIVAnews) yang merupakan bagian kelompok usaha Bakrie Group. Sekitar 40% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian utang kepada Credit Suisse, 40% untuk investasi belanja modal, dan 20% untuk modal kerja. Pada 22 Maret 2011, pemegang saham mayoritas VMA (PT CMA Indonesia), menandatangani mandatory exchangeable bond (MEB) dengan PT Trinugraha Thohir Media Partners. Berdasarkan subscription agreement MEB, CMA berkewajiban untuk mengkonversi hutang pokoknya senilai US$ 20 Juta kepada Trinugraha. Hutang tersebut akan dikonversikan menjadi saham pada tanggal pencatatan (perkiraan tanggal 11 Juli 2011) atau sehari sesudahnya dengan menggunakan harga IPO.
BORN - Kontrak baru
PT Borneo Lumbung Energi & Metals (BORN) berhasil membukukan kontrak senilai US$ 108 Juta untuk memasok 120,000 ton batubara kokas (coking coal) per tahun ke China Steel selama 3 tahun. Harga kontrak mencapai US$ 300 per ton, sedikit lebih rendah dari harga spot US$ 315 per ton. Harga jual tersebut dapat di review dan dinegosiasi ulang setiap 3 bulan sekali.
BRMS - Rencana Akuisisi Vallar
Vallar berencana mengakusisi saham PT Bumi Resources Mineral (BRMS) yang dimiliki oleh PT Bumi Resources (BUMI) sebanyak 20.85 miliar saham atau setara dengan 75% kepemilikan saham dengan harga Rp 850 per lembar saham. Vallar akan menbayar akusisi tersebut dengan menerbitkan convertible bonds senilai US$ 2.07 Miliar kepada BUMI dengan tenor 5.5 tahun dan bunga sebesar 2% per tahun. Obligasi tersebut dapat di konversi dengan saham Bumi Plc dengan jumlah maksimal 79 juta lembar saham.
DGIK - Akusisi oleh Asiariver
Asiariver, perusahaan private equity dari Singapura, pada hari Jumat 10 Juni 2011, mengakuisisi 15% saham PT Duta Graha Indah (DGIK) senilai Rp 125 per lembar saham senilai total Rp 103.9 Miliar dari PT Lokasindo Aditama. Asiariver dikabarkan akan meningkatkan kepemilikan pada DGIK sampai diatas 20%. Sampai akhir Mei 2011, pemilik saham DGIK teridiri dari PT Lokasindo Aditama (22.35%), Rezeki Segitiga Emas (9.02%), dan Lintas Kebayoran Kota (33.03%).
EMTK & IDKM - Rencana tender offer
Bapepam-LK telah memberikan pernyataan efektif kepada PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) untuk melakukan tender offer atas 1.47 miliar lembar (72.76% kepemilikan) saham publik PT Indosiar Karya Media (IDKM) pada harga Rp 950 per lembar saham.