Daily News 10/06
April 05, 2023 No. 29
CPRO ? Pergantian Penasihat Keuangan PT Central Proteninaprima (CPRO) menunjuk H&A Advisory Limited sebagai penasihat keuangan baru menggantikan Houlihan Lokey untuk merestrukturisasi obligasi anak usaha di Singapura, Blue Ocean Resources Pte. Ltd senilai US$ 325 juta. Pergantian tersebut karena perseroan menilai lambatnya penyelesaian restrukturisasi yang dikerjakan oleh Houlihan Lokey. Obligasi yang diterbitkan Blue Ocean pada tahun 2007 tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2012.
ELTY ? Belanja Modal PT Bakrieland Development (ELTY) mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 2.5 triliun dalam 2 tahun ke depan dan hingga akhir Mei tahun ini, perseroan telah membelanjakan antara Rp. 500-600 miliar untuk pengembangan bisnis residensial perseroan. Belanja modal tersebut sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan lahan perseroan di Jonggol dan Sentul. Perseroan juga sedang mencari mitra strategis untuk mengembangkan lahan seluas 12.000 hektare. Sampai saat ini, sudah ada tiga pengembang properti yang tertarik untuk bekerjasama dengan perseroan. Sementara itu RUPS ELTY memutuskan untuk tidak mebagi dividen.
MAYA ? Asing Lepas Saham Dua pemegang saham asing dipastikan akan menjual saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) yaitu Avenue Capital Group yang saat ini memegang 19.4% saham dan Harmony Capital Partners yang memegang 3.8%. Sedangkan satu pemegang saham lainnya yaitu Wingfield Global Trading Pte Ltd yang memegang sebanyak 7.68% dikabarkan berniat menjual saham MAYA. Nilai 30% saham MAYA diprediksi bisa mencapai US$ 200-300 juta.
MEDC & MIRA ? Penjualan saham Apexindo PT Mitra International Resources (MIRA) melakukan pembayaran senilai US$ 35 Juta kepada PT Medco Energi (MEDC). Dana tersebut didapat dari perjanjian jual beli saham PT Apexindo Pratama Duta (APEX) milik MIRA kepada Northem Edge Investment Ltd (NEIL) dengan penyelesaian transaksi pada 7 Juni 2011. Pada 9 Juni 2008, MIRA melalui anak perusahaan Sabre Sustems International Pte. Ltd. (SSI), menggadaikan 48.72% saham APEX pada harga Rp 2,450 per lembar saham untuk mendapat pinjaman dari NEIL senilai US$ 340.9 Juta. Pinjaman tersebut jatuh tempo pada September 2009. Akibat gagal bayar, MIRA terpaksa menandatangani perjanjian jual beli Guaranteed Secured Bonds dengan NEIL untuk membayar US$ 35 Juta kepada MEDC.
PTBA ? Dividen 2010 RUPS PT Bukit Asam (PTBA) menyetujui pembagian dividen atas 60% laba bersih 2010 senilai total Rp 1,2 Triliun. PTBA membukukan penurunan laba bersih sebesar 26%Yoy menjadi Rp 2 Triliun Vs Rp 2.72 Triliun pada 2009 .lalu karena turunnya penjualan menjadi Rp 7.9 Triliun tahun lalu Vs Rp 8.94 Triliun pada 2009.