dev mode

Daily News 23/06

June 23, 2011 No. 38
BRAU - Target penjualan

PT Berau Coal (BRAU) menargetkan penjualan batubara sebanyak 22.19 juta ton tahun ini Vs 17.07 juta ton tahun lalu. Manajemen memperkirakan rata-rata harga jual batubara mencapai US$ 74 per ton tahun ini Vs US$ 61 per ton pada 2010 lalu. BRAU memiliki cadangan batubara mencapai 326 juta ton.
BUMI - Target penjualan
PT Bumi Resources (BUMI) menargetkan penjualan batubara sebanyak 66 juta ton tahun ini Vs 60.7 Juta ton tahun lalu. Manajemen mengindikasikan harga jual rata-rata mencapai US$ 90 per tonVs US$ 71 per ton pada 2010 lalu. BUMI menargetkan dapat membayar utang senilai US$ 800 Juta tahun ini, yang merupakan percepatan pembayaran utang China Investment Corporation (CIC) seri pertama senilai US$ 600 Juta yang masih akan jatuh tempo dua tahun lagi.
ELTY - Kemungkinan mundurnya Dubai World
Salah satu mitra strategis PT Bakrieland Development (ELTY), Limitless LLC, kemungkinan mundur dari proyek Rasuna Epicentrum. Pada September 2008 lalu Limitless LLC (anak perusahaan Dubai World) menyatakan persetujuannya untuk mengembangkan proyek Rasuna Epicentrum senilai US$ 1.7 Miliar. Hingga saat ini investasi tersebut belum dapat direalisasikan akibat krisis ekonomi global pada 2008-2009 lalu. Kepastian mundurnya Dubai World akan diputuskan dalam 3 bulan kedepan.
MASA - Rencana investasi
PT Multistrada Arah Sarana (MASA) akan menginvetasikan dana senilai US$ 300-500 Juta sepanjang 2011-2012 yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi ban mobil dan motor. Sumber pendanaan berasal dari kas internal dan pinjman bank. MASA akan meningkatkan kapasitas produksi 45 ribu unit per hari pada akhir tahun 2015 dari 28,500 unit per hari tahun ini. MASA juga berencana mengakuisisi kebun karet seluas 30-50 ribu Ha dengan biaya investasi US$ 5,000-7,000 per Ha.
TBIG - Akusisi Infratel
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) mengakuisisi seluruh saham PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel), perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Nilai akuisisi belum diungkapkan dan sumber pendanaan akuisisi diperoleh dari sisa dana IPO. Infratel memiliki 263 site menara, 332 site shelter only dan 672 tenants. Infratel memiliki sisa masa perjanjian sewa dengan para operator rata-rata diatas 8 tahun.