dev mode

Daily News 24/06

June 24, 2011 No. 39
BHIT ? MNC Kurangkan Emisi Obligasi
MNC Securities yang merupakan anak usaha PT. Bhakti Investama (BHIT) mengurangi penerbitan obligasi dari Rp. 300 miliar menjadi Rp. 150 miliar untuk menyesuaikan daya serap pasar. Penerbitan obligasi terdiri dari 2 seri yaitu obligasi bertenor 3 tahun denga kupon 12.5% dan obligasi Rp. 100 miliar bertenor 5 tahun dengan kupon 13.25%.
CMNP ? Incar Lima Proyek Tol
PT. Citra Marga Nusaphala (CMNP) berencana mengakusisi lima proyek jalan tol yang akan diumumkan ke publik pada akhir 2H 2011. Perusahaan sedang melakukan due diligence terhadap kelima jalan tol tersebut. Dalam mengakuisisi kelima proyek tol tersebut CMNP akan membentuk konsorsium. CMNP juga akan mengikuti tender pengoperasian jalan tol Medan-Kualanamu dan akses tol Pelabuhan Priok. Perseroan berencana menerbitkan obligasi pada September 2011 dalam beberapa seri untuk membiayai rencana ekspansi tersebut dan sedang mengkaji untuk menambah modal dengan right issue.
KIJA ? Refinancing Hutang
PT. Kawasan Industri Jababeka (KIJA) sedang menjajaki pembaiayaan kembali (refinancing) hutang senilai US$ 40 juta yang digunakan untuk mendanai Bekasi Power. Perseroan tahun ini mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 643 miliar untuk menjalankan beberap proyek.
TINS ? Fasilitas Pinjaman
PT. Timah (TINS) memperoleh fasilitas pinjaman baru senilai Rp. 1.25 triliun sehingga saat ini total fasilitas pinjaman senilai Rp. 3 triliun. TINS meningkatkan alokasi belanja modal dari Rp. 1.2 triliun menjadi Rp. 1.4 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik Tin Chemical tahap 2, peningkatan kapasitas galangan kapal, membangun Bucked Wheel Dredges (BWD), modifkasi kapal keruk menjadi BWD, membuka tambang besar, pengembangan teknologi pemurnian, dan mengganti alat produksi.
TLKM ? Rencana Buyback Saham Telkomsel
PT. Telekomunikasi Indonesia berencana membeli kembali (buyback) saham Telkomsel yang kini dipegang oleh Singapore Telecomunication Limited (Singtel). TLKM akan menunjuk penasihat keuangan untuk mendukung aksi tersebut supaya mendapatkan nilai yang lebih kredibel. Saat ini saham Telkomsel dipegang oleh TLKM sebanyak 65% dan sisanya oleh Singtel. Sementara itu TLKM telah mengeluarkan belanja modal (capex) senilai Rp. 5.49 triliun dari anggaran total capex tahun ini senilai Rp. 13.7 triliun