Daily News 08/06
June 08, 2011 No. 27
IPO - PT Metropolitan Land
PT Metropolitan Land (Metland) menurunkan jumlah saham yang akan dijual dalam proses IPO menjadi 1.89 miliar lembar (25% saham) dari rencana awal 2.27 miliar lembar (sekitar 30% saham). Penurunan jumlah penjualan saham diakibatkan oleh pembatalan penjualan saham oleh Netstar Holdings Limited (Netstar) sebanyak 378.97 juta lembar saham. Pada awal rencana IPO, Netstar berencana menjual 1.12 miliar lembar (9.94% saham) dari kepemilikan saat ini sebesar 19.76% saham. Metland menetapkan harga IPO pada Rp 240 per lembar saham yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal Rp 240 hingga Rp 300 per lembar saham.
APLN - Target penjualan
PT Agung Podomoro Land (APLN) menargetkan penjualan senilai Rp 3 Triliun tahun ini. Perseroan telah mencatat penjualan hingga April 2011 mencapai Rp 1.5 Triliun. Sementara itu APLN telah mengakuisisi 75% saham PT Griya Pancaloka (GP) senilai Rp 240 Miliar. GP direncanakan akan membangun hotel bintang lima di Nusa Dua, Bali. APLN mengalokasikan capex senilai Rp 3.5 Triliun tahun ini yang sumber pendanaannya diambil dari hasil IPO, kas internal, dan hutang bank.
ASRI - Marketing Sales
PT Alam Sutera (ASRI) mencatat marketing sales senilai Rp 115 Miliar pada Mei 2011 dan untuk periode Januari ? Mei 2011, perusahaan mencatat senilai Rp 852.37 Miliar atau naik sebesar 7% yoy. Besok, ASRI akan mengadakan RUPS dengan salah satu agenda adalah pembagian dividen. Dividen kami perkirakan berkisar Rp 5 per saham.
BYAN - Proyeksi kinerja
PT Bayan Resources (BYAN) menargetkan laba bersih 2011 mencapai kisaran US$ 175 Juta hingga US$ 225 Juta dibandingkan dengan perolehan laba bersih Rp 740.8 Miliar tahun lalu. Naiknya kinerja laba bersih didukung oleh kenaikan volume produksi, penjualan, serta harga jual batubara. Manajemen memperkirakan pendapatan usaha naik menjadi US$ 1.25 Miliar hingga US$ 1.4 Miliar tahun ini dibandingkan dengan Rp 8.75 Triliun tahun lalu. BYAN memperkirakan realisasi harga jual batubara tahun ini mencapai US$ 95 hingga US$ 97 per ton. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal US$ 80 Juta hingga US$ 100 Juta tahun ini dari kas internal. Sementara itu RUPS menyetujui pembagian dividen atas 36% laba bersih 2010 senilai Rp 80 per lembar saham. RUPS juga menyetujui rencana manajemen untuk mengakuisisi 9 konsesi pertambangan batubara milik PT Ilthabi Bara Utama, Prime Mine Resources Limited, dan Romo Nitiyudo Wachjo.
WINS - Belanja Modal
PT Wintermar Offshore Marine (WINS) mengalokasikan belanja modal US$ 100 Juta untuk membeli 12 unit kapal tahun ini. Sekitar 70% kebutuhan dana belanja modal tersebut akan berasal dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. WINS menargetkan dapat membukukan kontrak jasa migas baru senilai US$ 320 Juta tahun ini. Sejak awal tahun, WINS telah berhasil membukukan kontrak senilai Rp 803 Miliar dari Conoco Phillips, Paragon, BP, dan Chevron.