Daily News 09/06
June 09, 2011 No. 28
DOID - Rencana rights issue
PT Delta Dunia Makmur (DOID) berencana menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue dengan rasio 5 : 1 dengan harga penawaran Rp 900 per lembar saham. Dengan penerbitan 1.36 miliar lembar saham baru, DOIT menargetkan perolehan dana Rp 1.52 Triliun. Investor yang tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi sebesar 16.67%. Pemegang saham mayoritas DOID, Northstar Tambang Persada, telah menyatakan komitmen untuk mengeksekusi haknya untuk membeli 612.63 juta lembar saham baru serta 916.78 juta lembar saham baru yang tidak terserap investor publik.
PJAA - Cari pinjaman
Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) tengah mencari pinjaman senilai maksimal Rp 300 Miliar untuk mendukung kebutuhan belanja modal tahun ini serta pelunasan utang obligasi yang akan jatuh tempo tahun depan senilai Rp 120 Miliar. PJAA mengalokasikan dana belanja modal mencapai Rp 640 Miliar tahun ini. Sementara itu RUPS menyetujui pembagian dividen atas laba bersih 2010 senilai Rp 41.5 per lembar saham.
INDY - Restrukturisasi obligasi
PT Indika Energy (INDY) akan menerbitkan obligasi baru senilai US$ 300 Juta yang akan digunakan untuk merestrukturisasi obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2012 senilai US$ 185 Juta dan sisanya sebesar US$ 115 Juta akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Restrukturisasi yang dilakukan perseroan adalah memperpanjang jatuh tempo menjadi 2018 serta penurunan tingkat bunga dari 8.5% menjadi 7%. Namun obligasi lama yang di-restrukturisasi dari senilai US$ 250 Juta hanya sejumlah US$ 185 Juta yang akan ditukar dengan obligai baru. Sementara itu RUPS INDY menyetujui pembagian dividen final senilai Rp 28 per lembar saham. INDY telah membagikan dividen interim pada November 2010 senilai Rp 48 per lembar saham.
TBIG - Restrukturisasi pemegang saham
Pemegang saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG): Edwin Soeryadjaya , Sandiaga Uno, dan Hardi Wijaya Liong mengalihkan 8.3% saham (381.17 juta) senilai Rp 848.1 Miliar kepada PT Wahana Anugerah Sejahtera (WAS) dan PT Provident Capital Indonesia (PCI). WAS dan PCI sebelumnya telah memiliki saham masing-masing sebesar 20.92% saham TBIG. Saratoga Infrastruktur, anak perusahaan Saratoga Capital yang dimiliki Edwin Soeryadjaya & Sandiaga Uno saat ini tercatat memiliki 25.8% saham TBIG.