Daily News 17/06
June 17, 2011 No. 34
BUMI & BRMS - Divestasi BRMS
PT Bumi Resources (BUMI) berencana menjual 75% saham PT Bumi Resources Mineral (BRMS) kepada Vallar Plc dengan mengeksekusi obligasi konversi senilai US$ 2.07 Miliar yang tercatat di Bursa London. Penjualan terhadap BRMS akan menurunkan pendapatan BUMI karena pendapatan dari BRMS akan dikeluarkan (dekonsolidasi) dari pendapatan BUMI.
ENRG - Jaminkan aset
PT Energi Mega Persada (ENRG) akan menjaminkan asset senilai Rp 4.7 Triliun untuk memperoleh hutang yang akan digunakan untuk membayar pinjaman kepada Credit Suisse sebesar US$ 200 Juta. Aset yang dijaminkan adalah blok Malaka, Kangean, dan Tunas Harapan Perkasa. Nilai aset yang dijaminkan mencapai 40% dari total nilai aset.
IMAS - Rencana rights issue
PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) berencana menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 2.77 Trilliun. Kedua pemegang saham mayoritas, PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata, menyatakan tidak akan menggunakan 322.86 juta HMETD dan menjualnya kepada investor institusional. IMAS menetapkan harga rights issue pada Rp 8,000 per lembar saham dari kisaran awal harga penawaran Rp 7,500 hingga rp 9,500 per lembar saham. Sebesar 60% dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk pelunasan utang dan sisanya untuk modal kerja.
META & WIKA - Garap proyek air minum
PT Nusantara Infrastructure (META) membentuk konsorsium bersama PT Wijaya Karya (WIKA) dan Moya Holding Company untuk menggarap proyek air minum. META memiliki 70% saham dalam konsorsium tersebut, sedangkan WIKA & MOYA masing-masing 15%. Tender proyek air minum yang sedang diikuti adalah pengolahan di Umbulan, Pasuruan (Jawa Timur) dengan nilai Rp 1.8 Triliun.
SHID - Rencana rights issue
PT Hotel Sahid Jaya International (SHID) tengah mengkaji opsi rights issue untuk mendukung kebutuhan dana belanja modal dan mengamankan posisi likuiditas perusahaan. SHID juga berencana melakukan kuasi reorganisasi tahun ini untuk menghapusbukukan saldo defisit.